Berita

Wali Kota Pasuruan Himbau Masyarakat Manfaatkan “Kado Ulang Tahun Dari Negara”

Pasuruan- Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi warga negara yang berulang tahun, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto juga diimplementasikan di Kota Pasuruan. Salah satu program quick win dalam menguatkan sektor kesehatan tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan sejak dilaunching 12 Februari silam.

Hasilnya, terdapat 197 orang yang telah mendaftar dan 171 di antaranya telah hadir dalam pemeriksaan gratis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) dari 8 Puskesmas yang ada di Kota Pasuruan. Penyebab ketidak hadiran bervariasi, mulai dari peserta berhalangan atau belum tiba waktu ulang tahun.

Sebagai langkah monitoring dan evaluasi, digelar rakor terkait pelaksanaan PKG, bertempat di ruang Untung Suropati I Sekretariat Daerah Kota Pasuruan, pada Jumat (7/3) pagi.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo memimpin langsung rakor yang juga diikuti oleh jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, Camat, serta lurah se-Kota Pasuruan.

Mas Adi, sapaan akrabnya, menghimbau agar masyarakat Kota Pasuruan tidak menyia-nyiakan “kado ulang tahun” dari negara. Menurutnya, ini adalah bentuk tanggung jawab negara hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Ia menilai bahwa partisipasi masyarakat Kota Pasuruan yang mendaftar PKG masih bisa ditingkatkan lagi. Melalui kolaborasi antar pihak, Mas Adi meyakini bahwa program ini akan lebih banyak diikuti oleh masyarakat jika diikuti upaya yang lebih keras.

“Salah satu caranya adalah kita sebagai ASN menjadi role model bagi masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis ini. Camat dan lurah, serta PKK juga harus ikut mensukseskan. Ajak anggotanya periksa kesehatan gratis”, ujarnya.

Menurut Mas Adi, jika ASN mengawali untuk memanfatkan program ini, akan menjadi “influencer” bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri mengikuti PKG.

“Kita mulai dari internal kita sendiri dulu. Jika kita sudah menjadi contoh, mengajak masyarakat akan lebih mudah”, imbuhnya.

Mas Adi juga mengingatkan agar tidak lelah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan PKG. Baik itu melalui media sosial ataupun cara konvensional (tatap muka).

Beberapa langkah sosialisasi telah dilakukan oleh Pemkot Pasuruan, di antaranya melalui konten publikasi di media sosial, sosialisasi tatap muka kepada camat dan lurah, sosialisasi di ruang tunggu fasilitas kesehatan, dasa wisma , maupun door to door yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Masyarakat harus mendapatkan informasi yang utuh dalam sosialisasi program PKG ini. Termasuk di dalammya adalah tahapan yang harus dilakukan agar bisa terdaftar sebagai peserta PKG, bagaimana menggunakan aplikasinya. Semua harus jelas”, imbuhnya

Wali Kota Pasuruan juga menegaskan bahwa ketika sosialisasi semakin masif dilakukan, maka harus diikuti oleh kesiapan tenaga kesehatan yang bertugas di 8 Puskesmas yang tersebar di Kota Pasuruan.

“Khawatirnya, ketika peningkatan sosialisasi mulai menunjukkan hasil, animo masyarakat yang semakin tinggi untuk cek kesehatan, tapi SDM kita kewalahan. Itu yang harus kita petakan”, pungkasnya (hly)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button